Selasa, 22 Februari 2011

Senin, 10 Mei 2010 07:00 Admin
Cetak PDF
Kunci sukses meraih keberhasilan, ditentukan oleh komitmen, dalam bingkai kebersamaan menuju arah tujuan yang telah ditetapkan. Komitmen (commitment) merupakan wujud kebersamaan, saling menghargai dan menghormati potensi masing-masing individu. 
  
Komitmen adalah janji atau kesanggupan yang pasti untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu (LAN 2005). Komitmen dapat juga diartikan sebagai sebuah janji/kesanggupan dengan kesadaran dan keikhlasan yang keluar dari hati, atau suatu prilaku bathiniah yang sangat luhur, berorientasi kepentingan orang banyak dalam kebersamaan yang merupakan kesanggupan yang pasti untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam tim atau organisasi.

Kebersamaan  kata kunci yang menyertai komitmen, sehingga tidak ada komitmen apabila tidak ada kebersamaan. Janji dalam kebersamaan sangat indah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan. Kebersamaan akan membawa hikmah yang besar bukan saja untuk individu tapi juga untuk  organisasi. Bisa dibayangkan apabila dalam satu organisasi, individu yang menonjol, maka yang nampak adalah egoisme, masing-masing mementingkan diri sendiri, tidak menghormati hak orang lain.
  
Oleh karena itu tujuan membangun komitmen, adalah untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali egoisme yang melekat pada diri masing-masing individu sebagai anggota organisasi, agar hidup dalam kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai potesi yang dimiliki masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Widyaiswara merupakan satu tim tenaga fungsional yang merupakan salah satu soko guru utama dalam kediklatan. Oleh karena itu dapat dipastikan, keberhasilan diklat tidak akan terwujud, manakala widyaiswara yang merupakan salah satu sokoguru tersebut tidak profesional dan tidak kapabel dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Keberhasilan suatu diklat ditentukan kualitas keluaran (output). Sumber daya manusia yang merupakan aset insani apabila setelah mengikuti diklat menjadi aparatur yang berkualitas. Salah satu indikatornya yaitu, dapat melakukan penyesuaian diri dalam kancah persaingan di era globalisasi dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Para penyelenggara diklat hendaknya memahami betul makna komitmen, terlebih widyaiswara, karena setiap individu  dengan latar belakang yang berbeda, memilki potensi yang dapat disatukan, untuk dikembangkan dalam bentuk kreativitas dan inovasi dalam kebersamaan menuju goal yang telah ditetapkan.

Visi adalah harapan, cita-cita atau keinginan bersama, sedangkan misi merupakan upaya agar visi yag telah ditetapkan tercapai melalui langkah-langkah yang diprogramkan pada kurun waktu tertentu. Karena widyaiswara merupakan satu tim tenaga fungsional seyogiayanya memiliki rumusan  visi dan misi. Maksudnya agar widyaiswara memiliki pedoman arah yang akan dituju bersama, yang mendukung misi Pusdiklat.  Sebut saja Visi widyaiswara Kementrian Agama adalah “Terwujudnya Widyaiswara yang Profesional, Unggul dan Kompetitif”
   
Visi tersebut merupakan tujuan (goal) yang dicita-citakan yang merupakan arah yang dituju dalam membangun komitmen. Komitmen adalah janji yang merupakan wujud kebersamaan, diharapkan dapat  merubah pola fikir (mineset), dimanifestasikan dalam merubah sikap dan prilaku egoisme, menjadi sikap dan prilaku kebersamaan.

Cara membangun kerjasama tim, atau membangun kerja sama dalam organisasi, sebagaimana yang ditulis  Maxi-Plus (2007), tips dalam interpersonal relationship menurut Pal-Gunadi T Setyawan dalam bukunya Daun yang Berserakan, ada empat hal, yaitu; 1) Peka/simpati/empati, yaitu memilki kepekaan terhadap orang lain, terutama ketika orang lain mendapat musibah, 2) peduli/perhatian, yaitu peduli terhadap orang lain artinya mengakui eksistensi atau keberadaan orang tersebut disekitar kita, 3) positif/ berfikir positif (tidak berburuk sangka), berfikir positif membuat kita secara psikologis menjadi tenang, 4) partisipatif/proaktif, kita harus berpartisipasi secara aktif.

Komitmen hendaknya dibangun  mengarah kepada tujuan atau goal yang telah ditetapkan yang dikemas dalam visi. Apabila sekelompok orang, dengan berbagai keahliannya  untuk bekerja dalam satu tim tapi tidak memilki tujuan (goal) yang dituangkan dalam visi, maka komitmen tersebut tidak akan mencapai sasaran yang dinginkan.

Orang dengan komitmen tinggi berarti memiliki prinsip-prinsip dalam usaha menjalankan peran dan kedudukannya. Prinsip-rinsip tersebut berkaitan dengan sikap, intelektual, dan persaudaraan. Prinsip yang berkaitan dengan sikap meliputi; sikap mental positif, sikap pengambil inisiatif, sikap disiplin. Prinsip yang berkaitan dengan intelektual, meliputi; visi yang kreatif, perhatian yang terkendali, dan berfikir secara akurat. Prinsip yang berkaitan dengan persaudaraan, meliputi ; kerja tim, penyatuan potensi, kepastian tujuan dan sasaran. (http:sdmatr,wordpress.com/2007/11/01/membangun-komitmen)

Kunci sukses mencapai tujuan yang dicita-citakan, ditentukan oleh semangat kebersamaan, saling menghargai dan menghormati potensi masing-masing individu.

Tidak ada komentar: